.:: RS UMMI Bogor ::. Antisipasi Bayi Sungsang dengan Knee Chest Position
Kebidanan dan Kandungan
Antisipasi Bayi Sungsang dengan Knee Chest Position
Gerakan Knee Chest Position

Ketika masih di dalam rahim, bayi berada di dalam ruang yang berisi cairan amnion (air ketuban) sehingga memungkinkan bayi leluasa berputar. Pergerakan dan perputaran bayi adalah hal yang wajar. Secara alaminya sumbu bayi akan mengarah pada posisi kepala di dekat jalan lahir. Tetapi jika posisi kepala tidak berpindah dari rahim bagian atas ke arah bokong ibu, terjadilah posisi bayi sungsang.

Sungsang atau kehamilan dengan presentasi bokong adalah kondisi dimana letak bayi sesuai dengan sumbu badan ibu, yaitu kepala berada pada fundus uteri (puncak rahim). Sedangkan bokong merupakan bagian terbawah di daerah pintu atas panggul atau simfisis. Terjadinya sungsang dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:

  1. Prematuritas atau janin kecil dengan berat rendah sedangkan ruang rahim longgar.
  2. Hidramnion atau air ketuban yang berlebihan yang memungkinkan bayi berputar dan bergerak ke segala arah sehingga terjadi posisi sungsang.
  3. Gemelli atau kehamilan ganda karena biasanya cairan amnion menjadi lebih banyak.
  4. Plasenta previa atau plasenta letak rendah, yaitu kondisi ketika sebagian atau seluruh plasenta menutupi mulut rahim yang menyebabkan ruang bawah tersebut menjadi sempit dan bayi sulit berotasi.
  5. Myoma/fibroid rahim atau tumor rahim yang jinak, yang mempengaruhi ukuran ruang rahim.
  6. Gangguan hidrosepalus yaitu kelainan pada bayi yang menyebabkan ukuran kepala bayi membesar.Akibat bentuk kepala yang lebih besar daripada bokongnya,janin hanya mampu menyesuaikan dengan menempatkan kepala di rahim atas (tempat terluas) dan bokong terpaksa berada di bawah, atau sungsang.
  7. Tali pusar pendek sehingga janin sulit berotasi ke posisi lahir (kepala di bawah).
  8. Bakat sungsang, yaitu bentuk panggulnya sedemikian rupa sehingga lebih cocok untuk presentasi bokong/ sungsang daripada presentasi kepala.

Untuk membantu kepala bayi berputar ke arah jalan lahir, ibu dapat melakukan latihan gerak knee chest position (KCP) secara rutin. Gerakan ini dilakukan 2 kali sehari masing-masing selama 10 – 20 menit atau 5 – 6 kali sehari masing-masing selama 5 – 10 menit.

Tentunya ibu diperbolehkan melakukan latihan ini setelah berkonsultasi dan atas petunjuk dokter spesialis kandungan. “Jangan lakukan gerakan ini apabila kepala bayi sudah berada pada bagian panggul,” tegas dr. Freddy Dinata, Sp.OG (dokter spesialias RS UMMI) mengingatkan. Dan perlu diperhatikan bahwa KCP tidak boleh dilakukan oleh wanita yang berisiko stroke maupun tekanan darah tinggi tanpa pengawasan medis.

KCP adalah sebuah sikap tubuh atau gerakan yang biasanya digunakan sebagai terapi apabila adanya kelainan posisi, presentasi, atau letak pada bayi dalam kandungan. KCP dapat dilakukan dengan melakukan gerakan sujud dimana bokong berada di atas, sempurnanya sampai bagian dada menyentuh lantai. Sederhananya, knee chest position adalah gerakan sujud. Posisi seperti ini diyakini mampu membenarkan posisi bayi. Karena ketika melakukan posisi ini akan tercipta ruang dalam kandungan sehingga si bayi mampu bergerak ke posisi semula. (das)


Layanan
Dokter
Segera Ke RS
Copyright © 2019. RS UMMI Bogor | Online: 1 | Hits: 15 / 167186