.:: RS UMMI Bogor ::. Segera Ke RS Jika Stroke
Info Kesehatan
Segera Ke RS Jika Stroke
Salah satu gejala stroke yaitu senyum tidak simetris

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Stroke yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah disebut stroke iskemik sedangkan stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah disebut stroke hemoragik.

Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik.

 

GEJALA STROKE

Tingkat risiko kematian sel otak dapat diturunkan dengan mengetahui gejala stroke lebih cepat untuk selanjutnya ditangani dengan tepat. Deteksi dini melalui 'Segera ke RS' merupakan akronim dari beberapa perubahan gejala yakni:

  1. SEnyum: Perubahan pada senyum yang terlihat miring
  2. GErak: Gerak yang tidak lurus
  3. bicaRA: Bicara yang cadel atau tidak lancar merupakan gejala yang muncul akibat stroke
  4. KEbas: Rasa kebas yang muncul di badan
  5. Rabun: Mata mulai rabun
  6. Sakit kepala: Sering sakit kepala, bahkan lebih hebat daripada yang pernah dialami.

Jika muncul tanda-tanda di atas pada seseorang, segera bawa penderita ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis. Semakin cepat semakin baik, yaitu usahakan penanganan dilakukan dalam kurun waktu golden period, 4,5 jam.

Waktu selama 4,5 jam tersebut merupakan periode untuk menyelamatkan pasien dari kelumpuhan total setelah serangan stroke mendadak yang membuat penderita lumpuh dan tak sadarkan diri.

 

PENCEGAHAN STROKE

Akan tetapi, mencegah tetap lebih baik daripada mengobati. Prinsip utama mencegah stroke adalah menerapkan gaya hidup sehat, diantaranya:

1. Menjaga pola makan

Terlalu banyak mengonsumsi makanan asin, tinggi sodium dan berlemak dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah dan risiko menimbulkan hipertensi yang dapat memicu terjadinya stroke. Konsumsi garam yang baik adalah sebanyak 6 gram atau satu sendok teh per hari.

Sebaliknya, jenis makanan yang tinggi protein, vitamin dan serat serta rendah lemak jahat tetapi kaya lemak tak jenuh sangat disarankan untuk menjaga kesehatan. Seluruh nutrisi tersebut bisa diperoleh dari sayur, buah, biji-bijian utuh, dan daging rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit.

2. Olahraga secara teratur

Olahraga secara teratur dapat membuat jantung dan sistem peredaran darah bekerja lebih efisien. Bagi orang yang berusia 19-64 tahun, pastikan melakukan aktivitas aerobik setidaknya 150 menit seminggu. Aktivitas aerobik adalah semua aktivitas yang menggunakan oksigen untuk membakar kalori dalam memproduksi energi dan meningkatkan detak jantung, seperti jalan cepat atau bersepeda. Durasi 150 menit ini dapat dibagi dalam beberapa hari, setidaknya dua kali seminggu. Aktivitas aerobik dapat juga ditambah latihan kekuatan otot seperti yoga atau push-up atau sit-up.

Namun bagi mereka yang baru sembuh dari stroke atau sedang dalam masa rehabilitasi, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai kegiatan olahraga.

3. Berhenti merokok

Risiko stroke meningkat dua kali lipat jika seseorang merokok, karena rokok dapat mempersempit pembuluh darah dan membuat darah mudah menggumpal. Tidak merokok berarti juga mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit paru-paru dan jantung.

(dari berbagai sumber)


Layanan
Dokter
Segera Ke RS
Copyright © 2019. RS UMMI Bogor | Online: 1 | Hits: 521 / 121355