.:: RS UMMI Bogor ::. Bogor Waspada Covid-19 Tanpa Panik
Seminar Tenaga Medis dan Awam
Bogor Waspada Covid-19 Tanpa Panik

BOGOR (13/03) – Banyaknya berita yang beredar mengenai Corona Virus Disease (COVID-19) di masyarakat Bogor memicu kepedulian RS UMMI untuk memberikan informasi tanpa hoax terkait virus Corona itu sendiri. Melalui seminar waspada pneumonia coronavirus yang mengangkat tema “Penularan, Gejala dan Penanganan Virus Corona” pada Kamis 12/03 kemarin, RS UMMI menghadirkan narasumber pakar yang memaparkan update terkini COVID-19 agar masyarakat dapat bijak menanggapi isu tersebut.

Dr. dr. Erlina Burhan, Sp.P(K), praktisi Badan Kesehatan Dunia (WHO), menekankan agar masyarakat dapat memilah informasi agar tidak berlebihan dalam bertindak. Memprihatinkan, karena menelan isu hoax tentang Covid-19, pasokan masker menjadi langka dalam sekejap. Harga rempah pun melambung karena masyarakat serentak berburu rempah agar “tidak tertular Corona”. Sebenarnya masyarakat tidak perlu panik, karena hasil analisis data tentang coronavirus pun menunjukkan bahwa COVID-19 memiliki angka kematian sekitar 2%-3%, jauh lebih rendah dari wabah lain (SARS, MERS, Swine Flu).

Sampai saat ini belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi human corona virus. Tetapi masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan antara lain: 1) mencuci tangan rutin, 2) menghindari menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan sebelum cuci tangan, 3) tidak menggunakan ponsel di kendaraan umum, 4) menggunakan masker medis/bedah jika berada di tengah keramaian, 5) menerapkan etika batuk dan bersin, 6) melakukan pola hidup bersih dan sehat secara umum, 7) masak produk hewan sampai matang (safety food), 8) diet sehat, latihan fisik cukup dan tidur cukup untuk meningkatkan sistem imun, 9) jika sakit ringan, jaga asupan cairan (minum cukup) dan tinggal di rumah untuk istirahat, 10) jika tidak membaik atau khawatir dengan gejala yang timbul segera ke fasilitas layanan kesehatan, 11) menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit dan barang personalnya, serta gunakan masker bila merawat orang sakit.

Ketua KSM Ilmu Kesehatan Anak RSUP Persahbatan, dr. Fauzi Mahfuzh, Sp.A(K), FAPSR menambahkan, kita juga harus cermat membedakan kategori antara Pasien dalam Pengawasan (PDP) dan Orang dalam Pemantauan (ODP). PDP adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit  pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala seperti demam (≥38°C) atau riwayat demam, batuk/pilek/nyeri tenggorokan, pneumonia ringan hingga berat. Termasuk PDP jika dia mengalami gejala dan tidak pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit tetapi memiliki riwayat kontak dengan kasus Covid-19. Hampir serupa dengan PDP, tetapi ODP tidak memiliki gejala pneumonia. Indikasi pneumonia dapat dibuktikan melalui pemeriksaan radiologis (rontgen) selain dari pelaporan gejala klinisnya.

Dimoderatori oleh dr. Zaky Faris Maulana (Case Manager RS UMMI), peserta begitu antusias dan aktif mengikuti jalannya seminar dari awal sampai akhir. Dengan adanya seminar ini, dr. Andi Tatat, MKM (Direktur Utama RS UMMI) berharap kepada 150 peserta yang hadir agar dapat berbagi informasi dan aplikasinya seputar Covid-19 kepada warga Kota Bogor, terutama para tenaga medis yang merupakan perwakilan dari Puskesmas se-Kota Bogor. Kegiatan ini juga dihadiri oleh peserta awam dari kalangan komunitas, relawan kesehatan, profesional dan ibu rumah tangga.

Bagi masyarakat Kota Bogor khususnya, dr. Djohan Musali, M.Kes dari Dinas Kesehatan Kota Bogor menyatakan bahwa Kota Bogor siap menangani kasus pasien Covid-19. Masyarakat dapat menghubungi Posko Covid-19 Dinkes Kota Bogor di nomor 0251-8363335 atau mengisi pesan teks melalui Whatsapp ke nomor 08111116093. Jika menemukan orang dengan gejala mirip Covid-19, masyarakat dihimbau menghubungi fasilitas kesehatan terdekat terlebih dahulu sebelum membawa pasien ke IGD. Hal ini bertujuan agar petugas dapat mempersiapkan segala peralatan medis yang diperlukan. Sedangkan di tingkat nasional, pemerintah sudah menetapkan dr. Acmad Yurianto (Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes) sebagai juru bicara pemerintah tentang virus corona. Di Jakarta sendiri sudah ada 9 rumah sakit yang menjadi pusat rujukan Covid-19 yaitu RSUP Pesahabatan, RSPI Sulianti Saroso, RSUP Fatmawati, RS. Gatot Subroto, RSAL Mintohardjo, RS POLRI Dr Sukamto, RSUD. Cengkareng, RSUD Pasar Minggu dan RS Pertamina Jaya. (das)


Layanan
Dokter
Segera Ke RS
Copyright © 2020. RS UMMI Bogor | Online: 2 | Hits: 385 / 557716